Selasa, 18 Mei 2010


IAIN TV selenggarakan Workshop TV Produksi

Televisi Civitas Akademika IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin“ Banten atau yang dikenal dengan IAIN TV menggelar Pelatihan dalam rangka Capacity Building yaitu menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan Workshop Televisi Produksi. Dalam kegiatan ini diikuti oleh sembilan orang peserta yang terdiri dari beberapa jurusan dari Fakultas uShuluddin dan Dakwah ini. Meski kegiatan ini hanya diikuti oleh hanya beberapa peserta, kegiatan dapat berjalan dengan seksama,nampak di setiap waktu yang dijadwalkan peserta hadir dengan antusias, apalagi pemateri dari kalangan proporsional.
Amrullah atau yang sering dikenal dengan Arul selaku petugas Laboran Lab TV dan Radio Fakultas Ushuluddin dan Dakwah yang dalam kegiatan ini sebagai Pembantu Umum mengatakan harapannya bahwa mudah-mudahan peserta pelatihan ini dapat mengewajantahkan apa yang mereka dapati dari pembelajaran praktis ini. “Soal peserta yang relatif sedikit, terus terang aja kami tidak merekrut banyak peserta sebagai tujuan utama, sedikit tapi berbobot itulah yang diharapkan, disamping itu karena fasilitas yang dimiliki Lab sebagai Port dari kegiatan ini masih relatif kurang mendukung untuk menerima peserta dalam kapasitas banyak. Seperti komputer editing, selain spesifikasi yang pas-pasan, juga jumlahnya Cuma dua, ada tiga semuanya, yang satu untuk On-Air.
Menyinggung soal sumber dana yang digunakan kegiatan pelatihan tersebut, Arul mengatakan bahwa biaya operasional dan kebutuhan selama pelatihan ini berasal dari peserta, “Kami tarik kontribusi mereka sebesar Rp 500.000 untuk menjamin kebutuhan mereka selama 3 bulan,kebutuhan tersebut meliputi honor pemateri, konsumsi, pembelian cd, minidvi, kemeja iain tv, potokoopi makalah, transport praktek latihan dan sekian persennya untuk biaya ATK seperi spidol, kertas, tinta dsb.Maklumlah, Lab tv kan belum punya anggaran untuk kegiatan ini, mudah-mudahan sekarangkan udah BLU ni, kegiatan ini pun akan kami laporkan kepada pihak yang berkaitan.
Lab TV Mini memang bukan unit pelatihan, akan tetapi menyikapi berbagai tanggapan bahwa lab TV kurang komprehensif dalam melayani kebutuhan mahasiswa, maka sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan, pelatihan tersebut diselenggarakan.
“dulu pernah diselenggarakan secara gratis, pendaftar banyak, tentu disini tidak tertampung, akhirnya peserta pun bongkar pasang, satu demi satu berkurang, mungkin juga bosan dengan pemateri yang waktu itu Cuma saya(arul-red.), tapi sekarang alhamdulillah seperti pak Prof Fauzul Iman, Bu Uyoh, Bu Ilah,Pak Uib, pak H Rodani, pak sayafiin, Bu Umdah, Pak Muhibudin, bu Rina, mereka support terhadap kegiatan ini, mereka mengisi kegiatan sesuai dengan kapasitasnya dan proporsinya.
Ketika ditanya redaksi, mengenai dasar kegiatan ini dilaksanakan, Arul yang menjabat sebagai sebagai pembantu umum dalam kegiatan pelatihan tersebut mengungkapkan: “Dalam beberapa visi dan misi IAIN “SMH” Banten begitupun visi-misi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah dapat diterjemahkan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten dapat mengakomodir minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa yang berada di dalamnya, sehingga dapat mencetak insan-insan profesional dalam bidangnya. Untuk itu pengembangan pengalaman mereka selama masih menjadi mahasiswa dapat diwujudkan dengan menambah kegiatan yang bersifat mendukung realisasi visi-misi tersebut, diantaranya dengan mengadakan berbagai macam pemanfaatan peluang yang dimilikinya. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH” Banten memiliki kekayaan mahasiswa yang cukup untuk dijadikan benih-benih kaum professional; para pemikir dan tenaga teknis akan berhamburan dari fakultas ini. Betapa tidak, selain memiliki komposisi informasi pengetahuan dunia internasional dengan didukungnya Perpustakaan Iran Corner, juga peralatan multimedia laboratorium Televisi dan Radio yang dapat dikategorikan standar siaran. Kedua modal tersebut tadi saya gambarkan merupakan modal kaki segitiga, masih ada satu kaki lagi yang akan mengikat dan membentuk kesatuan bangun yang utuh, yaitu “setting” (Pengaturan). Setting (Pengaturan) dalam hal ini memiliki makna bagaimana mahasiswa tersebut diseting atau diinstal dengan program-program yang aplikatif, katakanlah, ilmu agama sebagai anti virusnya, dan kegiatan profesional sebagai peran dan fungsinya di masyarakat. Ketika mereka selesai menimba ilmu dan pengalaman di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah ini, mereka menjadi insan yang dicita-citakan oleh visi dan misi tadi.
Kegiatan ini bernama “Workshop TV Produksi”, yaitu kegiatan belajar mengambil gambar video, mengedit atau mengolahnya, dan menerapkannya untuk berbagai kebutuhan yang dilaksanakan atas dasar permintaan mahasiswa sebagai peserta yang berniat memfokuskan diri di bidang profesi audio video.
Tim pelaksananya sebagai berikut: Penasehat: Dekan FUD (Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A.), Penanggungjawab: PD I Bidang Akademik (Dra. Nihayatul Masykuroh, M.Si.), Ketua Pelaksana : Ketua Jurusan KPI (Ilah Holilah, S.Ag. M.Si.), Sekretaris : Sholahudin Al-ayubi, M.A., Bendahara : Dra. Eneng Purwanti, M.A.dan Pembantu Umum : Amrullah, A.Ma.
Tujuan Workshop TV Produksi ini tidak lain untuk memberi pengalaman teknis bagaimana mereka mahir dalam mengendarai perangkat elektronik maupun perangkat lunaknya. Selain itu juga supaya terjadi kontinyuitas mereka–mereka yang telah berhasil. Apalagi bagi mahasiswa yang memiliki korelasi dengan jurusan yang ditempuhnya, mudah-mudahan Workshop TV Produksi ini merupakan pengetahuan teknis yang mendukung dan menunjang pengetahuan yang mereka miliki dalam perkuliahan.
Kegiatan pelatihan ini dijadwalkan selesai pada pertengahan bulan juni 2010, dan memiliki kemungkinan akan dibuka kembali.(Amr-)

Rabu, 05 Mei 2010

Aman Meskipun Salah


Pengambilan gambar suatu program tidak terlalu sulit, hanya saja membutuhkan kekompakan, mulai dari kameramen, presenter, narasumber, dan kru-kru lainnya.

Untungnya, program yang kami buat tidak untuk Live Program, jadi, masih bisa dilakukan pengeditan.

Anak-anak Jurusan Komunikasi IAIN Banten ternyata lebih senang melakukan pembelajaran di lapangan atau di tempat yang sudah dipersiapkan kamera, TV, backdrop dan perlengkapan lainnya ketimbang dicekokin materi-materi yang hanya mereka cuma dapat berandai-andai. Kini, selain mereka mampu menggunakan peralatan studio, mereka juga harus mampu mengedit beberapa stok file yang terhimpun untuk membuat program



Wuih semangat yah.....yang kompak




Menggagas Sebuah Produksi Bahan Siar

MENGGAGAS SEBUAH PRODUKSI BAHAN SIAR TELEVISI

RINA DAROJATUN, S.Sos, M.I.Kom
SERANG, 4 MEI 2010




 MENCARI IDE :
1. Melakukan pengamatan terhadap kata-kata
2. Menggabungkan dua kata atau lebih
3. Ide adalah karakter
4. Ide adalah nama tempat
5. Mencari inspirasi dari internet, buku, perpus dan TV
6. Mengubah cara pandang


Membuat inovasi pada ide yang biasa-biasa saja
 WARDROBE
 BACKGROUND
 PROPERTY
Membuat Naskah drama dan non drama
 Naskah non drama untuk acara talkshow, games, kuis biasanya mempunyai pola penulisan yang mirip tiap episode
 Naskah drama mempunyai pola produksi yang berbeda
 Naskah non drama untuk jenis tayangan berita dan investigasi tergantung pada jenis berita yang didapatkan di lapangan
Program tayangan humor di TV
 Humor program non drama menggunakan panggung yang dibuat dalam sebuah studio. mis: komedi, sketsa, reality show komedi, stage comedy (lenong, ketoprak)
 Humor program drama. Mis: sitkom, sinetron komedi, ada beberapa tingkatan humor
a. Humor yang mengandalkan pelecehan secara fisik
b. Humor sex
c. Humor pekerjaan
d. Humor ideologis dan politik, mis: negeri impian
e. Humor anak-anak


6. Humor slapstick : menjungkir balikkan kenyataan sehingga jadi absurd, mis: mr.Bean
7. Humor situasi komedi : seni menciptakan humor, situasilah yang berperan penting alam menentukan sebuah adegan humor
8. Humor pada tayangan drama komedi: menggabungkan drama adegan, situasi dan dialog, mis: awas ada sule
Program Semi drama dokumenter
 Membutuhkan riset pada fakta dan menggunakan teknik reka ulang, mis: bukan sinetron
 Memerlukan :
 Host (presenter) untuk membuka sebuah program
 Narator untuk membawakan narasi agar memperkuat adegan
 Saksi untuk memberikan gambaran interaktif dari beberapa orang yang terlibat
 Tokoh ahli, ustadz atau psikolog

Program Reality Show
 Menggunakan 4 babak :
 Segmen teaser : menampilkan sebuah kasus
 Segmen kesibukan
 Segmen on location 1
 Segmen on location 2
 Segmen on location 3
PROGRAM BERITA TELEVISI
 WARTA BERITA ( straight newscast) atau berita langsung, Menggunakan:
 5 W 1 H (what, who, where, when, why, How)
 Bentuk piramida terbalik, ada 3 yaitu piramida terbalik (interved pyramid), baku (standard) dan sistem blok (block system)
 PANDANGAN MATA (On the spot telecast) : siaran langsung dari tempat kejadian
 WAWANCARA UDARA (interview on the air)
 Informational Interview :bersifat informatif
 Personality Interview : selebritis, orang terkenal


 KOMENTAR (COMMENTARY)
 Menyelami fakta yang dikupasnya lebih dalam
 Menyelami latar belakang peristiwa
 Menyelidiki orang yang berperan dalam peristiwa
 Menentukan suatu sikap
 Menyajikan pandangan ke depan
( Prof.Dr. Onong Uchjana Effendy, M.A)


TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR
 CAMERA ANGLE (sudut pengambilan gambar)
 FRAME SIZE ( ukuran gambar)
 GERAKAN KAMERA
 GERAKAN OBJEK
 KOMPOSISI
CAMERA ANGLE
 BIRD EYES VIEW (diatas ketinggian objek, dengan helikopter)
 HIGH ANGLE ( objek dibawah kamera)
 LOW ANGLE ( kesan berkuasa, diawali dengan tilt up dari bawah ke atas)
 EYE LEVEL (Sejajar dengan objek)
 FROG EYE ( sejajar dengan dasar alas objek)

FRAME SIZE
 ECU (
 BCU
 CU
 MCU
 MS
 KS
 FS
 LS
 1 S


 2 S
 3 S
 GS

GERAKAN KAMERA
 ZOOM IN/ZOOM OUT (mendekat menjauh)
 TILTING (dari bawah ke atas dari atas ke bawah)
 PANNING (menggerakkan ke kiri dan ke kanan)
GERAKAN OBJEK
 OBJEK SEJAJAR DENGAN KAMERA
 WALK IN/WALK AWAY (objek mendekat dan menjauh dari kamera)
 FRAMING : masuknya objek dalam sebuah frame film, in frame objek masuk kamera, out frame objek keluar kamera

KOMPOSISI
 HEADROOM : harus pas dalam frame diukur dari batas kepala
 NOSEROOM : jarak pandang seseorang terhadap objek lainnya
 LOOKING SPACE : ruangan di depan orang yang sedang berlari atau berjalan, berada pada sisi kanan atas
 BACKGROUND : harus disesuaikan

 Nama program, sederhana dan gampang di ingat
 Skenario
1. Setting (wardrobe dll)
2. Tema
Host/presenter:
……………………
Perkenalkan tamu
H: harus diisi
T:……..
Jeda iklan atau iklan layanan masy
Host:….

rinadarojatun@yahoo.com

About Me

Foto saya
Serang, Banten, Indonesia
iTV merupakan pendek kata dari IAINTV, Siaran Televisi Komunitas Kampus Institut Agama Islam Negeri "Sultan Maulana Hasanuddin" Banten